Sabtu, 30 April 2011

SEBUAH PERENUNGAN TUK PARA AKHWAT thicko_zone


Ukhti…besarnya kerudungmu tidak menjamin sama dengan besarnya semangat jihadmu menuju ridho Tuhanmu, mungkinkah besarnya kerudungmu hanya digunakan sebagai fashion atau gaya zaman sekarang, atau mungkin kerudung besarmu hanya dijadikan alat perangkap busuk supaya mendapatkan ikhwan yang diidamkan bahkan bisa jadi kerudung besarmu hanya akan dijadikan identitasmu saja, supaya bisa mendapat gelar akhwat dan dikagumi oleh banyak ikhwan.

Ukhti…tertutupnya tubuhmu tidak menjamin bisa menutupi aib saudaramu, keluargamu, bahkan dirimu sendiri. Coba perhatikan sekejap saja, apakah aib saudaramu, teman dekatmu bahkan keluargamu sendiri sudah tertutupi, bukankah kebiasaan buruk seorang perempuan selalu terulang dengan tanpa disadarimelalui ocehan-ocehan kecil, sudah membekas semua aib keluargamu, aib saudaramu, bahkan aib teman dekatmu melalui lisan manismu.

Ukhti…lembutnya suaramu mungkin selembut sutra bahkan lebih daripada itu, tapi akankah kelembutan suaramu sama dengan lembutnya kasihmu pada saudaramu,pada anak-anak jalanan, pada fakir miskin dan pada semua orang yang menginginkan kelembutan & kasih sayangmu.


Ukhti…lembutnya parasmu tak menjamin selembut hatimu, akankah hatimu selembut salju yang mudah meleleh dan mudah terketuk ketika melihat segerombolan anak-anak Palestina terlihat gigih berjuang dengan berani menaruhkan jiwa dan raga bahkan nyawa sekalipun dengan tetes darah terakhir,akankah selembut itu hatimu ataukah sebaliknya hatimu sekeras batu yang cuek melihat ketertindasan orang lain.

Ukhti…Rajinnya tilawahmu tak menjamin serajin dengan sholat malammu, mungkinkah malam-malammu dilewati rasa rindu menuju Tuhanmu dengan bangun di tengah malam dan ditemani dengan butiran-butiran air mata yang jatuhke tempat sujudmu serta lantunan tilawah yang tak henti-hentinya berucap membuat setan terbirit-birit lari ketakutan, atau sebaliknya, malammu selalu diselimuti dengan tebalnya selimut setan dan di nina bobokkan dengan mimpi-mimpimu bahkan lupa kapan bangun sholat shubuh.

Ukhti…cerdasnya dirimu tak menjamin bisa mencerdaskan sesama saudaramu dan keluargamu, mungkinkah temanmu bisa ikut bergembira menikmati ilmu-ilmunya sepertiyang kamu dapatkan, ataukah kamu tidak peduli sama sekali akan kecerdasan temanmu, saudaramu, bahkan keluargamu, sehinggamembiarkannya begitu saja sampai mereka jatuh ke dalam lubang yangsangat mengerikan yaitu maksiat.

Ukhti…tajamnya tatapanmu yang menusuk hati, menggoda jiwa tidak menjamin sama dengan tajamnya kepekaan dirimu terhadap warga sesamamu yang tertindas di Palestina, pernahkah kamu menangis ketika mujahid-mujahidah kecil tertembak mati, atau dengan cuek bebek membiarkan begitu saja,pernahkah kamu merasakan bagaimana rasanya berjihad yang dilakukanoleh para mujahidah-mujahidah teladan.

Ukhti…lirikan matamu yang menggetarkan jiwa tidak menjamin dapat menggetarkan hatisaudaramu yang senang bermaksiat, coba kamu perhatikan dunia sekelilingmu masih banyak teman, saudara bahkan keluargamu sendiribelum merasakan manisnya islam dan iman, mereka belum merasakan apa yang kamu rasakan, bisa jadi salah satu keluargamu masih gemar bermaksiat, berpakaian seksi dan berperilaku binatang yang tak karuan, sanggupkah kamu menggetarkan hati-hati mereka supaya mereka bisa merasakan sama dengan apa yang kamu rasakan yaitu betapa lezatnya hidup dalam kemuliaan Islam.

Ukhti…tebalnya kerudungmu tidak menjamin setebal imanmu pada sang kholikmu, kamu adalah salah satu sasaran setan durjana yang selalu mengintai darisemua penjuru mulai dari depan, belakang, atas, bawah semua setanmengintaimu, imanmu dalam bahaya, hatimu dalam ancaman, tidak lama lagiimanmu akan terobrak-abrik oleh tipuan setan jika imanmu tidakbetul-betul dijaga olehmu, banyak cara yang harus kamu lakukan mulaidari diri sendiri, dari yang paling kecil dan seharusnya dilakukansejak dari sekarang, kapan lagi coba?


Ukhti…putihnya kulitmu tidak menjamin seputih hatimu terhadap saudaramu, temanmu bahkan keluargamu sendiri, masihkah hatimu terpelihara dari berbagai penyakit yang merugikan sepeti riya dan sombong, pernahkah antummembanggakan diri ketika kesuksesan dakwah telahdiraih dan merasa diri paling wah merasa diri paling aktif, bahkanmerasa diri paling cerdas diatas rata-rata akhwat yang lain, sesombongitukah hatimu, lalu dimanakah beningnya hatimu, dan putihnya cintamu.

Ukhti…rutinnya halaqahmu tidak menjamin serutin puasa sunnah senin kamis yang kamu laksanakan, kejujuran hati tidak bisa dibohongi, kadang semangat fisik begitu bergelora untukdilaksanakan tapi semangat ruhani tanpa disadari turun drastis, puasa yaumul bith pun terlupakan apalagi puasa senin kamis yang dirasakan terlalu sering dalam sepekan, separah itukah hatmu, makanan fisik yang kamu fikirkan dan ternyata ruhiyah pun butuh makanan, kita tidak pernah memikirkan bagaimana akibatnya kalau ruhiyah kurang gizi

Ukhti…manisnya senyummu tak menjamin semanis rasa kasihmu terhadap sesamamu, kadangsikap ketusmu terlalu banyak mengecewakan orang di sepanjang jalan yang kamul ewati, sikap ramahmu pada orang yang sering kamu temui sangat jarang terlihat, bahkan selalu dan selalu terlihat cuex dan menyebalkan, kalau itu kenyataannya bagaimana orang lain akan simpati terhadap komunitas dakwah yang memerlukan banyak kader, ingat!!! Dakwah tidak memerlukan kamu tapi kamulah yang memerlukan dakwah, kita semua memerlukan dakwah.


Ukhti…dirimu bagaikan kuntum bunga yang mulai merekah dan mewangi, akankah namaharummu di sia-siakan begitu saja dan sanggupkah kamu ketika sang mujahid akan segera menghampirimu.

Ukhti…masih ingatkah kamu terhadap pepatah yang masih terngiang sampai saat ini bahwa akhwat yang baik hanya untuk ikhwan yang baik, jadi siap-siaplah sang syuhada akan menjemputmu di pelaminan hijaumu

Ukhti…baik buruk parasmu bukanlah satu-satunya jaminan akan sukses masuk dalam syurga Rabbmu. Maka, tidak usah berbangga diri dengan parasmu yang molek, tapi berbanggalah ketika iman dan taqwamu sudah betul-betulterasa dan terbukti dalam hidup sehari-harimu

Ukhti…muhasabah yang kamu lakukan masihkah terlihat rutin dengan menghitung-hitung kejelekan dan kebusukan kelakuanmu yang dilakukan siang hari, atau bahkan kata muhasabah itu sudah tidak terlintas lagi dalam hatimu, sungguh lupa dan sirna tidak ingat sedikitpun apa yang harus di lakukan sebelum tidur, kamu tidur mendengkur begitu saja dan tidak pernah kenal apa itu muhasabah sampai kapan akhlak busukmu dilupakan, kenapa muhasabah tidak dijadikan sebagai moment untuk perbaikan diri bukankah akhwat yang baik hanya akan mendapatkan ikhwan yang baik

Ukhti…pernahkah kamu bercita-cita mendapatkan suami ikhwan yang ideal, wajah yang manis, badan yang kekar, dengan langkah tegap dan pasti, bukankah apayang kamu pikirkan sama dengan yang ikhwan pikirkan yaitu ingin mencari istri yang sholehah dan seorang mujahidah, kenapa tidak dari sekarang kamu mempersiapkan diri menjadi seorang mujahidah yang sholehah

Ukhti…apalah kebiasaan buruk wanita lain masih ada dan hinggap dalam dirimu,seperti bersikap pemalas dan tak punya tujuan atau lama-lama nonton tv yang tidak karuan dan hanya kan mengeraskan hati sampai lupa waktu, lupa bantu orang tua, kapan akan menjadi anak yang birul walidain, kalau memang itu terjadi jadi sampai kapan, mulai kapan kamu akan mendapat gelar mujahidah atau akhwat solehah

Ukhti…apakah pandanganmu sudah terpelihara, atau pura-pura nunduk ketika melihat seorang ikhwan dan terlepas dari itu mata mu kembali jelalatan layaknya mata harimau mencari mangsa, atau tundukan pandanganmu hanya menjadi alasan belaka karena merasa berkerudung besar..

Ukhti…hatimu di jendela dunia, dirimu menjadi pusat perhatian semua orang,sanggupkah kamu menjaga izzah yang kamu punya, atau sebaliknya kamu bersikap acuh tak acuh terhadap penilaian orang lain dan hal itu akanmerusak citra dakwah yang lain,kadang orang lain akan mempunyaipersepsi disama ratakan antara akhwat yang satu dengan yang lain, jadikalo kamu membuat kebobrokan akhlak maka akan merusak citra akhwat yang lain

Ukhti…dirimu menjadi dambaan semua orang, karena yakinlah preman sekalipun, bahkan brandal sekalipun tidak menginginkan istri yang akhlaknya bobrok tapi semua orang menginginkan istri yang sholehah, siapkah kamu menjadiistri yang sholehah yang selalu di damba-dambakan oleh semua orang


07-3-09_23:57
Di penghujung malam…
Sesaat sebelum mengadu pada-Nya..
Bimbinglah hamba untuk menjadi MUJAHIDAH SHOLEHAH ya Rabb…

Sabtu, 23 April 2011

Kakak dan adik

Sedih rasanya,,ketika seorang kakak yang tidak pernah dihargai oleh adiknya,,
tak pernah berhenti berintropeksi diri,,
apa mungkin ini kesalahannya yang dulu,,
ketika ia belum mengenal islam sepenuhnya..
mungkin memang,,dulu sang kakak begitu acuh terhadap adiknya,
namun semua telah berubah,ketika sang kakak telah mengerti bagaimana islam mengajarkan semuanya,,
tapi,,sedikitpun usaha sang kakak agar bisa membimbing adiknya tidak pernah di hiraukan,,
bahkan sering kali sang adik membentak, dan tak pernah memandang dirinya adalah seorang kakak...

Ini sungguh sangat sakit bagi sang kakak..
sang kakak hanya bisa berintropeksi dan menyesal..
:aku memang bukan kakak yang baik, tapi aku akan selalu mencoba menjadi yang terbaik"

Sabtu, 16 April 2011

Mereka, bukan untuk di caci..

Tak bisa kah kau rasakan apa yang mereka rasakan
Ketika mereka harus melihat dunia dengan indra peraba
Ketika mereka berbicara dengan tengan mereka
Berjalan tak sempurna dan mereka tak mampu untuk mendengar..

Tak pernah engkau berfikir jika mereka adalah kita
Betapa tersakitinya mereka ketika mereka di caci, di maki bahkan di hina.

Tapi mengapa, kita yang mempunyai apa yang mereka tidak punya tak pernah bersyukur???
tak pernah puas dengan apa yang kita miliki,

Tapi mereka,
Mereka tak pernah mengeluh..
Mereka tak pernah berhenti berkarya..
Mereka bisa tunjukan pada dunia bahwa mereka setara dengan kita..

Tak ada perbedaan kawan,,,bukalah matamu..
Belajarlah dari mereka yang selalu bersemangat menghadapi hidup..

Ada yang lebih tinggi diatas yang tinggi

Ku pikir...aku adalah orang yang paling bisa, paling pintar, paling hebat dan paling tangguh.
waktu demi waktu membuat ku sadar dan mengerti,ketika ku temui orang yang paling hebat dari ku, paling tangguh dan paling pintar.
Dalam sekejap..kesombongan itu luruh, pupus bersama air mata.
Tidak kah kau sadari kawan!!!
Apa yang patut kita sombongkan??Harta??Tahta??Pangkat??
Apa engkau tidak tahu, bahwa harta mu yang berlimpah itu takkan kamu miliki lagi??
Apa engkau tidak tahu juga, bahwa pangkat mu takan menolongmu suatu saat nanti??
Engkau harus tahu kawan,,,
Tat kala kita terkujur kaku dan tak berdaya, ketika semua oarang yang kita cintai meninggalkan kita.
Siapa yang akan menemani mu???Pangkat mu??Emas mu?? rumah mu yang mewah???
Tahukah kawan apa itu??
Hanya selembar kain kaffan yang kita bawa, dan beribu cacing yang menemani kita..
Sadarlah kawan..

Jumat, 15 April 2011

Muhasabah Cinta

Tangisan, sejuta air mata takkan mampu mengubah semuanya,,
Ketika hati sudah ternodai oleh setan yang menyamar menjadi cinta..
Penyesalan yang mungkin tak harus disesali
Karena bukan tanpa alasan pilihan pun di depan mata..

Karena hidup adalah harus memilih
melilih antara aman dan terbunuh
memilih dua jalan yang penuh cahaya yang indah atau gelap seperti gelap kubur
maka..melanda lah sang bimbang dalam hatinya..

Namun,Engkau datang dengan cahayaMu yang indah
Engkau tunjukan sesuatu yang manis dalam dien-Mu
Engkau kirimkan orang" sholeh pada ku
Engkau terangi setiap jalanku

Takan pernah berhenti rasa syukurku padaMu
Dalam muhasabbah ku..
Kini ku temukan apa yang ku cari selama ini..
Terima kasih Ya Rabb...

Kamis, 14 April 2011

mengapa wanita menangis?

Halus lembut,
begitulah sosok perangai wanita
lemah dan perasa,
itulah pribadi wanita
bijak dan tegas,
contoh keanggunan wanita
airmata...
adalah fitrah yang diberikan kepada wanita


-satu kisah-

Suatu ketika, ada seorang anak laki – laki yang bertanya pada ibunya.“Ibu, mengapa ibu menangis ?”Ibunya menjawab, “Sebab aku wanita”.“Aku tak mengerti,” kata si anak lagi.Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat.“Nak, kamu memang tak akan mengerti…..”
Kemudian, anak itu bertanya pada ayahnya.“Ayah, mengapa ibu menangis? Sepertinya ibu menangis tanpa ada sebab yang jelas ?”.Sang ayah menjawab, “Semua wanita memang menangis tanpa ada alasan.”Hanya itu jawaban yang bisa diberikan ayahnya. 
Lama kemudian, si anak tumbuh menjadi remaja dan tetap bertanya – tanya, mengapa wanita menangis. 
Pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan “Ya Tuhan, mengapa wanita mudah sekali menangis ? Dalam mimpinya, Tuhan menjawab.“Saat kuciptakan wanita, aku membuatnya menjadi sangat utama.
Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga, bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur. 
Kuberikan pada wanita kekuatan untuk dapat melahirkan, dan mengeluarkan bayi dari rahimnya, walau seringkali pula, ia kerap menerima cerca dari anaknya…. 
Kuberikan pada wanita keperkasaan, yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah, saat semua orang sudah putus asa. 
Kuberikan pada wanita kesabaran, untuk merawat keluarganya, walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah. 
Kuberikan pada wanita, perasaan peka dan kasih sayang, untuk mencintai semua anaknya, dalam kondisi apapun, dan dalam situasi apapun. Walau, tak jarang anak – anaknya itu melukai perasaannya, melukai hatinya. Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada bayi – bayi yang terkantuk menahan lelap dan sentuhan kasih sayangnya akan memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut olehnya. 
Kuberikan pada wanita! kekuatan untuk membimbing suaminya, melalui masa – masa sulit, dan menjadi pelindung baginya. Sebab, bukankah tulang rusuk yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak ? 
Kuberikan pada wanita kebijaksanaan dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan menyadarkan bahwa, suami yang baik adalah yang tak pernah melukai istrinya. Walau, seringkali pula, kebijaksanaan itu akan menguji kesetiaan yang diberikan kepada suami, agar tetap berdiri, sejajar, saling melengkapi, dan saling menyayangi. 
Dan, akhirnya, kuberikan pada wanita airmata agar dapat mencurahkan perasaannya. Inilah yang khusus kuberikan kepadanya, agar dapat digunakan kapanpun ia inginkan. Hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita, walaupun sebenarnya, airmata ini adalah airmata kehidupan…. 


teman, saat aku baca ini..
hanya mengangguk membenarkan,itulah yang dirasa oleh wanita..
air mata...
tetesannya sangat berarti
pernahkah melihat atau mendengar wanita menangis?
saat itulah, wanita menggunakan fitrahnya
namun jangan jadikan tangisan wanita sebagai alasan untuk menyebutnya lemah.
karena bisa jadi disanalah ditemukan energi kekuatan


-keep the spirit ukhti-

Istiqomah..

Ada sebuah cerita tentang masa lalu ku, dulu aku selalu mengagumu mereka,
mereka teman" waktu sma ku yang selalu menutupi auratnya dengan kerudung panjang, baju yang gombrong, sampai kaki pun di tutupi kaos kaki,,
dulu sebelum aku mengerti kenapa mereka melakukan itu kaya'y "lebay banget"...
mereka aktif di organisasi kerohanian...

Tapi sungguh sangat kecewa,,,
kini setelah aku tau dan mengenal semua itu apa yang mereka lakukan dulu..
ku telah mengerti bagaimana islam mengajarkan kepada perumpuan bagaimana seharusnya beradab..
3 tahun lamanya, ketika aku tahu mereka sekarang....Ya Allah...ternyata mereka telah berubah..
Mereka yang menutupi dadanya dengan kain kerudung yang panjang, mereka yang menjaga izzah nya dengan tidak berpacaran..
sekarang sungguh sangat berbeda,,
sangat kecewa,, mereka yang aku rindukan, seorang sesama akhwat yang aku rindukan, ternyata sudah berubah...
melihat kenyataan itu semakin menguatkan saya aga harus selalu beristiqomah...